Entri Populer

Sabtu, 11 Juni 2011

TUGAS SENI

Cloud Callout: Tugas IIICloud Callout: Nama  : Astin  Tambio
Nim  : 819053474
Kelas  : B
MK  : Pendidikan Seni di SD 





1.   Apa yang dimaksud dengan
-          Menggambar
-          Melukis
-          Melipat
-          Menempel
-          Mencetak
Jawab :
-          Menggambar adalah memindahkan obyek dengan media 2 dimensi dengan mengambil obyek berupa benda – benda disekelilingnya dan digambarkan langsung berbentuk realistis .
Menggambar (Inggris: drawing) adalah kegiatan kegiatan membentuk imaji, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.Pelakunya populer dengan sebutan Penggambar/juru gambar (inggris:draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa. Pelakunya populer dengan sebutan Penggambar/juru gambar (inggris:draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa. 
-          Melukis adalah didalam melukis perupa diperbolehkan membayangkan dan mengubah warna bentuk ( jika perlu ) sehingga yang digambar adalah bayangan terhadap obyek yang dihadapi.
-          Melipat atau folder print adalah membuat gambar atau lukisan dengan secara tidak langsung yaitu menera mengecap
-          Menempel adalah membuat gambar dengan cara menempelkan pada kertas .Ada dua tekhnik yang harus diperhatikan yaitu bahan yang ditempelkan berwujud apa ; jika bahan yang ditempelkan berupa disebut kertas sejenis dan potongan kertas disebut Nampak blok bentuk maka dinamakan azakyo ; b
-          Mencetak adalah membuat gambar dengan secara tidak langsung ; yaitu memindahkan gambar melalui bantuan tekhnik atau alat tera atau klise ( istilah percetakan )
2.   Apa yang dimaksud dengan
a.    Seni Dwimatra
b.   Seni Trimatra
Jawab :
a.    Seni Dwimatra atau dimensi adalah jenis karya seni rupa ditandai dengan ukuran ( Dimensi ) luas yaitu panjang dan lebar oleh karenanya bentuk karya ini berupa bidang datar
b.   Seni Trimatra adalah karya yang mempunyai nilai ruang dan isi ; karya ini ditandai oleh ukuran panjang kali tinggi kali lebar sedangkan bervariasi seperti berbentuk teratur maupun bentuk tidak beraturan sesuai dengan rancangnya. Untuk menciptakan keseimbangan dalam suatu karya seni rupa tri matra diperlukan kepekaan dalam mengatur kesebandingan dan keserasian bobot dari volume benda pada satu bagian dengan bagian lainnya. Keseimbangan pada karya seni rupa dwi matra dapat terbentuk dari pengaturan bentuk yang memiliki warna dan ukuran yang bervariasi. Misalnya, warna yang terang/cerah akan terkesan lebih ringan, sedang warna-warna gelap terkesan lebih berat.
3.   Sebutkan aliran – aliran seni rupa yang masuk dalam unsure music – rupa dan desain
1.     Naturalisme
Naturalisme merupakan corak atau aliran dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sesuatu obyek sesuai dengan alam (nature). Obyek yang digambarkan diungkapkan seperti mata melihat. Untuk memberikan kesan mirip diusahakan bentuk yang persis, ini artinya proporsi, keseimbangan, perspektf, pewarnaan dan lainnya diusahakan setepat mungkin sesuai mata kita melihat
2.   Realisme
Realisme adalah corak seni rupa yang menggambarkan kenyataan yang benar-benar ada, artinya yang ditekankan bukanlah obyek tetapi suasana dari kenyataan tersebut

3.   Romantisme
Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, indah dan absurd. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedy yang dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita romah. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan, warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah, pria yang lebih gagah, wanita yang lebih
4.          Impressionisme
Impressionisme merupakan corak seni rupa yang lahir pada tahun 1874. Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan dengan cepat karena perputaran matahari dari timur ke barat. Karena itulah dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan tidak mendetail.   
5.          Ekspresionisme
Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin ! Imajinasi dan perasaan. Obyek-obyek yang dilukiskan antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan keinginan lain dibalik tingkah laku manusia.
6. Kubisme
Kubisme lahir pada saat pameran retpektif Cezanne yakni pada tahun 1907. Corak ini menggambarkan alam menjadi bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak. Disini sei bukanlah peniruan alam melainkan penempatan bentuk-bentuk geometris dari seniman kepada alam. Pelopor Kubisme : Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes Fernand Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia dan Juan Gris.
7.   Fuvisme
Fuvisme merupakan nama yang dijuluki kepada sekelompok pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Ciri khas seni lukisannya ialah warna-warna yang liar. Des fauves dalam bahasa Perancis artinya binatang liar. Karena keliaran dari warna-warna itulah oleh kritikus Perancis Louis Vauxelles dilontarkan dengan
Nama Fauvisme.
8.      Dadaisme
Dadaisme lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I. Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung merefleksi kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopy lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan rongsokan barang-barang bekas.
9.    Futurisme
Futurisme ialah sebuah aliran seni lukis yang lahir pada tahun 1909. Aliran ini mengatakan keindahan gerak dan dipandang sebagai pendobrak aliran Kubisme yang dianggap statis dalam komposisi, garis dan pewarnaan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak sehingga pada lukisan anjing digambarkan berkaki lebih dari empat.
10.    Surrealisme
Surrealisme pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra yang diketemukan oleh Apollinaire utuk menyebut dramaya. Pada tahun 1024 dpakai oleh Andre Bizton untuk menyebutkan corak dalam seni lukis. Dalam kreativitasya corak surrealis berusaha membebaskan diri dari control kesadaran, menghendaki
kebebasan yang selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam hubungan-hubungannya yang aneh.

11.    Abstraksionisme
Seni abstrak dalam seni lukis  ialah seni yang berusaha mengambil obyek yang berasal dari dunia batin. Obyek itu bisa fantasi, imajinasi dan mungkin juga intuisi para seniman. Karena timbul dari dalam batin. Dalam seni abstrak terbagi dua katagori besar yaitu :
Di media lain Ekspressionisme juga digunakan untuk menjelaskan
bentuk seni lain.
Pahatan Beberapa pemahat yang memakai gaya ini antara lain Ernst
Barlach.
Film Beberapa gerakan ekspresionis dalan dunia film mengingatkan kita pada Ekpresionisme Jerman. Film-film itu antara lain: The Cabinet of Dr. Caligari karya Robert Wiene (1920), The Golem: How He Came Into the World (1920), Metropolis (1927) karya Fritz Lang dan Nosferatu karya F. W. Murnau, dan a Symphony of Horror (1922).
Karya Sastra Dalam karya sastra, novel-novel Franz Kafka sering disebut beraliran ekpresionis. Puisi-puisi ekpresionis banyak muncul di negara-negara berbahasa Jerman. Penyair ekpresionis paling berpengaruh adalah Georg Trakl, Georg Heym, Ernst Stadler, Gottfried Benn dan August Stramm.
Teater Di awal abad 20, terdapat gerakan Ekpresionis besar di Jerman dimana Georg Kaiser dan Ernst Toller adalah penulis naskah paling terkenal. Penulis naskah teater lain adalah Reinhard Sorge, Walter Hasenclever, Hans Henny Jahnn, dan Arnolt Bronnen. Mereka menjadikan August Strindberg (penulis drama Swedia), Frank Wedekind (aktor dan penulis drama Jerman) sebagai model terdahulu mereka. Drama pendek karya Oskar Kokoschka “Murderer, The Hope of Women” (1909) sering disebut sebgai drama ekpresionis pertama. Di dalam drama tersebut, seorang pria dan wanita tanpa nama berjuang demi dominasi.
4.   Apa yang dimaksud dengan :
1.   Masa coreng moreng
2.   Masa Pra bagan
3.   Masa bagan
4.   Masa Realisme
Jawab :
1.   Masa coreng moreng usia  1 – 4 Tahun
Usia perkembangan garis ; pada usia ini ( sekitar 1 sampai dengan 2 tahun ) anak masih melatih diri mengkoordinasikan bentuk garis yang sempurna maupun yang kurang tepat.
2.   Masa Pra bagan ( Pres chematic )
Usia 4 – 7 tahun. Pada masa prabagan ini anak sudah mulai mengenal dirinya , baik jenis kelamin maupun eksistensi dirinya dalam hubungan keluarga maupun masyarakat sosialnya
3.   Masa bagan ( Schenatic ) usia 7 – 9 tahun
Anak sudah mampu membedakan dengan jelas jenis kelamin dalam gambarannya namun belum menunjukan konsep yang matang tentang judul terhadap bentuk gambar. Pada usia tertentu masih bersifat sterco type
4.   Masa Realisme awal usia 9 – 11 tahun
anak mampu mengungkapkan perspektif  namun belum sempurna hal ini disebabkan masa egoisme  masih kuat sehingga komposisi gambar berupa juksta dan rabatnment
Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek
dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-
hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu.
Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa
untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa
menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.
Teknik Trompe l’oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim
          memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.
Nikolai Ge. Conscience: Judas
Nikolai Ge. Conscience: Judas


Kamis, 02 Juni 2011

TUGAS RPP PENJAS KELAS V

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 (RPP)

Sekolah                              :  SD
Mata Pelajaran                   :  Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester                  :  V (lima) / 2 (Dua )
Standar Kompetensi           :  1.    Mempraktekkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olah raga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya
Kompetensi Dasar              :  1.1  Mempraktekkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama tim, sportifitas dan kejujuran
Indikator                            :  Melakukan gerakan:
-         Melambungkan bola
-         Melempar bola
-         Menangkap bola
-         Memukul Bola
-         Berlari
Alokasi Waktu                   :  2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A.     Tujuan Pembelajaran
a.       Siswa dapat melakukan gerakan
-         Melambungkan bola
-         Melempar bola
-         Menangkap bola
-         Memukul bola
-         Berlari
b.      Siswa dapat bermain rounders dengan peraturan yang sederhana atau dimodifikasi
B.     Materi Pembelajaran
a.       Permainan Rounders
-         Melambungkan bola
-         Melempar bola
-         Menangkap bola
-         Memukul bola
-         Berlari
b.      main rounders dengan peraturan yang sederhana atau dimodifikasi
C.     Metode Pembelajaran
-         Ceramah
-         Demonstrasi
-         Penugasan
-         Latihan
-         Tanya jawab
D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENGORGANISASIAN
WAKTU
SISWA

I


II






III

KEGIATAN AWAL
-       Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, dan pemanasan
KEGIATAN INTI
-       Memberikan motivasi
-       Melambungkan bola menggunakan tangan kanan dan kiri
-       Melempar bola
-       Menangkap bola
-       Memukul bola
-       Berlari
KEGIATAN AKHIR
-       Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi, proses pembelajaran, berdoa dan bubar


10 ‘

3’
7’

10’
10’
10’
5’

15’


Klasikal

Klasikal
Klasikal

Klasikal
Klasikal
Berpasangan
Individual

Individual

E.     Sumber Belajar
-         Buku Penjasorkes SD
-         Buku referensi bermain rounders
F.      Penilaian
1.      Tes Penilaian
Tes Unjuk Kerja (Psikomotor)
Gerakan:
-         Melambungkan bola
-         Melemparkan bola
-         Menangkap bola
-         Memukul bola
-         Berlari
Dengan berbagai variasi arah dan jarak serta melakukan gerakan secara individu dan berpasangan.


Rabu, 01 Juni 2011

LAPORAN PKM DAHNIAR DATAU


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
     Salah satu kompotensi yang harus dikuasai oleh seorang guru Sekolah Dasar adalah mengelolah pembalajaran yang mendidik dan berorientasi pada pembelajaran yang menyenangkan siswa agar  dapat menguasai kompotensi tersebut, seorang guru harus senantiasa berlatih untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya, pembentukan kemampuan mengajar tersebut tidak terjadi sekaligus.
     Proses pembentukan keterampilan, lebih – lebih keterampilan mengajar haruslah dilakukan secara bertahap dan sistematis sehingga penguasaan keterampilan dapat dipantau secara bertahap dan sistematis pula.
     Muara dari seluruh rangkaian mata kuliah yang terdapat pada program studi adalah mata kuliah Pemantapan Keterampilan Mengajar ( PKM ) yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelolah pembelajaran secara efektif.
     Melalui mata kuliah ini mahasiswa akan berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dipelajari sebelumnya dalam kegiatan merancang, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran


1.2 Tujuan
     Laporan PKM ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan para mahasiswa melakukan pembelajaran berdasarkan prinsip – prinsip kependidikan keguruan. Peningkatan kemampuan atau perubahan perilaku guru dalam pembelajaran hanya dapat dilakukan melalui latihan terstruktur secara bertahap dan sistematis.
     Secara khusus, setelah menyelesaikan PKM mahasiwa diharapkan mampu
1. Menyusun Rencana Pembelajaran yang  siap dilaksanakan
2. Melaksanakan pembelajaran secara efektif
3. Menemukan kelebihan dan kekurangan dalam menyusun Rencana
    pembelajaran dan  kemerdekaan melaksanakan pembelajaran serta
4. Menemukan alternatif untuk memperbaiki kekurangan yang kita temui.
1.3 Manfaat
     Setelah saya mengikuti seluruh proses pembelajaran mata kuliah PKM ini dengan sungguh –sungguh sepertinya  sudah memberikan manfaat bagi profesi saya sebagai guru yaitu :
1. Memiliki pengalaman belajar dalam menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh melalui tindak mengajar yang dipraktekan ditempat saya mengajar. Manfaat tersebut akan menjadikan kegiatan pembelajaran sebagai sesuatu yang dinamis, menarik, dan menantang, bukan hanya untuk mahasiswa sebagai guru, tetapi juga untuk peserta didik
2. Mempunyai kemampuan untuk menilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam merancang dan melakukan pembelajaran, serta melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kekurangannya dalam mengajar.
3. Terbiasa mengambil keputusan dan melakukan perbaikan pembelajaran berdasarkan kaidah –kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh mahasiswa.






BAB II
TEMUAN – TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN

2.1 Kelemahan – kelemahan
Selama melaksanakan praktek ternyata masih ada kelemahan –kelemahan yang saya temukan seperti :
-          Proses belajar mengajar belum berjalan secara optimal
-          Siswa kurang memahami penjelasan
-          Masih ada juga siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran.
-          Sebagian kecil siswa kurang mampu mengerjakan tugas secara optimal
2.2 Penyebab Kelemahan
-          Media pembelajaran terbatas
-          Metode yang sa
-          Saya gunakan kurang bervariasi
-          Belum bisa menciptakan suasana belajar yang demokratis
-          Kurang  mampu membangkitkan motifasi belajar siswa secara optimal
2.3 Kelebihan – kelebihan
Sebagian besar siswa sudah dapat mencapai tujuan pembelajaran yang saya harapkan meskipun mungkin mereka kurang antusias
2.4 Penyebab kelebihan       
Meskipun metode yang saya gunakan kurang bervariasi namun saya selalu berusaha menumbuhkan kesiapan belajar siswa untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis dan berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa
2.5 Hal –hal unik selama pembelajaran
-          Sebagian kecil siswa kurang antusias dan cepat bosan dalam mengerjakan tugas
-          Ada siswa yang tidak betah berada didalam kelas
-          Siswa lebih antusias dengan metode pembelajaran melakukan percobaan
-          Ada yang aktif dalam kelompok ada juga yang acu tak acu
2.6 Rencana perbaikan
-          Mengotrol ( Mengelolah ) seluruh siswa mulai dari awal pembelajaran
-          Menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta minat dan perhatian siswa.
-          Menentukan kegiatan belajar yang mungkin siswa dapat melakukannya


BAB III
KESIMPULAN
1. Secara umum kelemahan pembelajaran yang saya lakukan adalah
-          Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, media ( Alat bantu pembelajarn ) dan sumber belajar kurang tepat.
-          Siswa kelihatan melakukan tugasnya kurang antusias dan cepat bosan
2. Secara umum penyebab kelemahan tersebut adalah
-          Kurang mampu mengembangkan dan megorganisasikan materi,media pembelajaran dan sumber belajar.
-          Metode mengajar yang saya gunakan kurang bervariasi dan saya kurang dapat memotivasi siswa dalam belajar
3. Secara umum kelebihan Pembelajaran yang saya lakukan adalah :
-          Saya sudah dapat menentukan bahan pembelajaran dan merumuskan tujuan pembelajaran
-          Siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang saya harapkan meskipun mungkin mereka kurang antusias.
4. Secara umum  penyebab kelebihan tersebut adalah
-          Karena saya menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum ( GBPP )yang berlaku
-          Saya selalu menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan saya selalu mencoba memjelaskan pembelajaran sejelas mungkin dan mengontrol belajar mereka secata merata.
5. Rangkuman perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan
a.    Membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas dan sumber belajar yang diperlukan dalam kegiatan belajar
b.   Menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan kontruksif dalam kelas.
c.    Menunjukan sikap penuh semangat atau ( siasmo ) dan minat mengajar yang tinggi
d.   Mengontrol ( mengelolah ) seluruh siswa mulai dari awal pembelajaran.
e.    Menggunakan media pembelajaran yangsesuai dengan tujuan pembelajaran serta minat dan perhatian siswa
f.     Menentukan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.